Senin, 26 Mei 2014

Ketimpangan Penduduk di Wilayah Negara China



Tema            : Faktor yang Menyebabkan Ketimpangan Penduduk.
Studi Kasus : Ketimpangan Penduduk di Wilayah Negara China
Manusia adalah makhluk yang dinamis yang selalu melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk mendapatkan kebutuhan serta keinginan yang dikehendakinya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga dapat dikatakan untuk mempertahankan hidupnya. Manusia cenderng selalu bepergian ke tempat-tempat yang mereka anggap mempunyai potensi sumber daya yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, persebaran manusia didasari juga oleh kenyamanan tempat tinggal. Rasa nyaman serta aman dapat menjadi faktor penting ketika manusia pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu banyak manusia menganggap rasa aman dan nyaman menjadi faktor utama dalam mendiami suatu tempat. Mereka bisa saja bepergian ke tempat yang sama dan dianggap sesuai untuk ditinggali dengan waktu yang bersamaan atau berdekatan sehingga mengakibatkan penumpukan manusia atau over population di tempat tersebut. Peristiwa ini tentu saja akan ada dampak negatifnya, contohnya adalah ketika populasi di suatu tempat mengalami kelebihan jumlah penduduk maka akan menyebabkan beban kebutuhan hidup di tempat tersebut akan besar dan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial ekonomi yang akan berdampak buruk pada keadaan di suatu wilayah. Tingkat pengangguran akan meningkat saat lapangan pekerjaan sangat terbatas karena tidak sebandingnya orang yang mencari pekerjaan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Selain itu, potensi kriminalitas juga akan mungkin terjadi saat tidak ada lagi pilihan dan tingkat frustasi yang tinggi dialami oleh masyarakat. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah itu.
Di dalam proses persebaran penduduk ada yang disebut dengan ketimpangan penduduk. Ketimpangan penduduk adalah suatau keadaan di suatu wilayah yang memiliki jumlah penduduk yang terlalu banyak sedangkan di tempat lainnya jumlah populasi penduduknya sedikit. Ketimpangan penduduk ini bisa terjadi dikarenakan banyak hal daiantaranya adalah :
1.    Potensi Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Persebaran Sumber Daya Alam di dunia tidak merata, wilayah-wilayah seperti di benua Asia merupakan wilayah yang memiliki suber daya alam yang sangat melimpah. Negara-negara seperti Indonesia, China, India, dan wilayah TImur Tengah sangat melimpah dari hal kekayaan alam. Terkhusus di wilayah Timur Tengah, seperti negara Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi memiliki cadangan gas alam terbanyak di dunia sehingga menjadikan negara-negara itu sangat sejahtera. Selain di wilayah Asia, sumber daya alam juga melimpah di kawasan Amerika Latin dan Afrika. Negara Brazil, Kongo, dan Maroko adalah contoh negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Dengan faktor dan keadaan seperti itu, maka negara-negara tersebut memiliki potensi untuk sejahtera walaupun beberapa negara diantaranya juga belum dapat maksimal untuk memanfaatkannya. Faktor-faktor kekayaan alam diatas juga dapat menjadi suatu indikasi bahwa jumlah penduduk di wilayah tersebut menjadi sangat banyak dikarenakan keadaan alam yang secara langsung atau tidak akan mempengaruhi popoulasi di suatu tempat. Sebagai bukti bahwa negara-negara seperti China, Indonesia dan Brazil adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar dan masuk kedalam 10 besar dunia. Bahkan China adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.
2.    Kondisi Ekonomi
Hal lain yang dapat mempengaruhi ketimpangan dalam hal populasi penduduk adalah kondisi ekonomi yang tidak merata di semua tempat. Ketidakmerataan ini disebabkan pemerintah dalam hal ini terlalu memfokuskan pembangunan wilayah hanya pada satu tempat sehingga prospek pembangunan di tempat lain mengalami kemunduran dan akan menjadi buruk bagi perkembangan suatu negara. Hal ini akan menyebabkan eksodus besar-besaran dari satu wilayah yang kurang dalam hal pembangunan ekonomi ke tempat yang memiliki pembangunan ekonomi yang lebih tinggi. Salah satu alasan mereka berpindah adalah lebih ke kebutuhan ekonomi. Lapangan pekerjaan yang lebih banyak berada di wilayah yang dituju menjadi tujuan utama. Mereka berharapa akan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Mereka biasanya yang datang di wilayah pedesaan akan pergi ke kota masih banyak yang belum memiliki kompetensi dan kulaitas yang tinggi sehingga hanya akan mengakibatkan semakin tingginya permaslahan di perkotaan seperti pengangguran dan kemiskinan yang meningkat. Di sisi lain, jumlah penduduk di pedesaan akan semakin berkurang dikarenakan migrasi penduduk ke wilayah kota tersebut. Kalaupun masih ada kualitas penduduk dalam hal kompetensi dan kinerja masih rendah. Selain itu juga, jumlah penduduk yang masih dikategorikan usia produktif semakin menipis karena kegiatan tersebut. Hal inilah yang menyebabkab ketimpangan persebaran penduduk di wilayah perkotaan dan pedesaan di suatu negara.
3.    Keadaan Alam
Keadaan alam adalah suatu kondisi alam yang meliputi pada letak astronomis, geogrofis, geomorfologi, topgrafi dan hal lain yang dapat mempengaruhinya. Keadaan alam di suatu tempat atau wilayah dengan wilayah lain berbeda keadaanya dikarenakan perbedaan proses alamnnya itu sendiri. Keadaan alam dapat mempengaruhui persebaran penduduk. Hal ini dididasari dengan keinginan manusia untuk melakukan kegiatan dengan cara yang mereka inginkan. Kondisi alam yang relatif sejuk dan rindang akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali dan keadaan ini biasanya ada di wilayah pedesaan. Sebaliknya keadaan yang gersang dan panas berada di wilayah perkotaan yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi. Seperti yang telah disebtkan sebelumnya, setiap orang memiliki keinginan tersendiri dalam melakukan kegiatannya. Ada manusia yang ingin hidup nyaman dengan tinggal di wilayah pedesaan dengan resiko kehidupan yang lebih sederhana. Sedangkan tidak sedikit pula orang yang sengaja pergi ke wilayah perkotaan untuk alasan yang  lebih kepada kebtuhan ekonomi. Ketimpangan penduduk terjadi saat orang-orang di pedesaan lebih memilih pindah ke kota untuk meningkatkan taraf hidupnya dan menyebabkan kekurangan penduduk di wilayah pedesaan.
4.    Kondisi Keamanan
Kondisi keamanan merupakan hal lain yang dapat menjadi alasan ketimpangan populasi penduduk. Hal ini bisa diakibatkan karena kebutuhan dasar manusia yaitu ingin memiliki rasa aman ketika tinggal di suatu tempat. Keadaan ini biasanya terjadi di wilayah-wilayah perang atau konflik. Masyarakat di wilayah peperangan akan mencari tempat yang lebih aman untuk ditinggali saat mereka menanggap bahwa peperangan atau konflik tersebut tidak akan berhenti pada waktu dekat. Mereka akan melakukan perpindahan tempat tinggal yang bisa saja dilakukakan dengan jumlah yang cukup besar sehingga di wilayah konflik itu akan mengalami kekurangan atau bahkan kekosongan penduduk.  
5.    Tingkat kelahiran dan kematian yang tidak merata
Kelahiran dan kematian adalah faktor yang akan mempengaruhi suatu wilayah tentang populasi atau jumlah penduduk. Tingkat kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Pertumbuhan penduduk ini akan terus meningkat apabila tidak  ada penanggulangan pencegahan pertumbuhan penduduk yang tepat. Di negara Indonesia ada satu program pemerintah yang dahulu pernah diterapkan untuk mencegah ledakan pertumbuhan penduduk. Program tersebut dinamakan dengan Keluarga Berencana atau KB. Keluarga berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya. Program ini pertama kali dilakukan pada tahunn 1970, saat dimana Indonesia dalam keadaan transisi setelah kemerdekaan. Dikarenakan setelah kemerdekaan, populasi penduduk Indonesia sangat meningkat pesat dan oleh karena itu dibentuklah program KB. Tingkat kelahiran di satu dareah dengan daerah lain akan berbeda karena disebabkan oleh berbagai faktor dan inilah salah satunya yang menyebabkan ketimpangan penduduk. Selain dari tingkat kelahiran yang tinggi, ketimpangan penduduk juga dapat diakibatkan oleh tingkat kematian yang juga tinggi. Tingkat kematian yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti adanya wabah penyakit yang mematikan, peperangan, dan masalah-masalah sosial lainnya. sama halnya dengan tingkat kelahiran, tingkat kematian juga berbeda di setiap tempatnya sehingga perbedaan jumlah populasi akan terjadi.
6.    Luas Wilayah
Luas wilayah dapat mempengaruhi ketimpangan populasi jumlah penduduk. Saat luas wilayah di suatu tempat mislanya sebuah negara sangat luas maka hal tersebut juga akan berpotensi pada jumlah penduduknya yang akan banyak pula. Kejadian ini benar terjadi di negara-negara yang memiliki luas wilayah yang terhitung sangat luas. Contohnya adalah negara China yang memiliki luas 9.706.961 km² dengan jumlah penduduk lebih dari 1 Milyar jiwa dan menempati posisi pertama dalam hal jumlah penduduk terbanyak di dunia. Contoh lainnya adalah negara Indonesia yang menempati urutan keempat dalam hal jumlah penduduk memiliki luas wilayah 1.919.440 km². Juga ada negara Brazil di urutan kelima dunia dalam hal jumlah penduduk dengan total luas 8.515.767 km². Hal ini dapat membuktikan bahwa ada korelasi atau hubungan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah. Di sisi lain hal berbeda  terjadi, di negara yang memiliki luas wilayah yang sempit atau tidak terlalu luas, disana tidak mempunyai jumlah penduduk yang cukup banyak dikarenakan keterbatasan wilayah. Negara-negara seperti Monako, Singapura, Kep. Faroe, dan Brunei Darussalam adalah contoh-contoh negara yang tidak memiliki banyak jumlah penduduk secara kuantitas. Keadaan inilah yang menyebabkan ketimpangan penduduk terjadi, saat di suatu negara dengan wilayah yang cukup luas akan memiliki jumlah penduduk yang banyak pula, dan sebaliknya di negara yang wilayahnya terbatas tidak mempunyai jumlah penduduk yang banyak. Akan tetapi dari semua itu, jika membandingkan kualitas kesejahteraan antara negara dengan wilayah yang luas dengan negara yang wilayahnya sempit, maka negara dengan wilayah yang sempit akan lebih sejahtera dikarenakan beban tanggungan negara tidak akan terlalu tinggi. 
Hampir negara-negara di seluruh dunia memiliki permasalahan mengenai ketimpangan, baik itu ketimpangan sosial, penduduk, pembangunan, dan ekonomi. Hal ini terjadi biasanya disebabkan oleh kesalahan kebijakan yang dilakukan oleh beberapa negara dalam menata wilayah di negaranaya. Peristiwa ketimpangan penduduk umumnya banyak terjadi di negara-yang dikatakan masih berkembang. Sistem tata kelola yang salah dalam sistem pemerataan adalah salah satu yang melatarbelakanginya. Di negara berkembang, mereka lebih dominan meningkatkan dan mengembangkan pembangunan di wilayah perkotaan. Sedangkan di wilayah pedesaan mereka dapat dikatakan tidak terlalu memperhatikan dalam hal pembangunan wilayah. Pembangunan wilayah tidak hanya dalam hal ekonomi, akan tetapi juga dapat dilakukan dari aspek lainnya.
Akan tetapi, memang harus diakui bahwa aspek ekonomilah yang paling banyak mendasari masyarakat pedesaan untuk melakukan migrasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota. Mereka melakukan hal itu untuk meningkatkan taraf hidupnya. Sebagai contoh, di Indonesia pusat pemerintahan dan perekonomian terletak di Pulau Jawa sehingga masyarakat di pulau-pulau lainnya akan melakukan perpindahan penduduk ke pulau jawa agar dapat mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih layak. Padahal jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar lain di Indonesia Pulau Jawa adalah yang terkecil akan tetapi dari jumlah penduduk adalah yang terbanyak.
Kejadian yang serupa juga terjadi di negara yang berkembang namun dalam tahap yang lebih maju yaitu negara China atau Tiongkok. China adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Jumlah penduduk negara itu sampai tahun 2012 mencapai angka lebih dari 1 Milyar jiwa. Dengan luas wilayah sekitar 9.706.961 km² maka bisa dikatakan wajar jika jumlah penduduk China sebesar itu. Wilayah-wilayah di China yang memiliki jumlah penduduk terbanyak berada di wilayah perkotaan yang berorientasi pada kegiatan industri, berikut diantaranya:
1.        Shanghai
Shanghai adalah kota terbesar di China dan juga kota metropoiltan paling besar di China. Berlokasi di dekat Delta sungai Yangtse, jumlah penduduk kota Shanghai termasuk dengan para imigran yang datang mencapai 15.789.000 jiwa
2.        Beijing
Walaupun berstatus ibukota negara Republik rakyat china, namun jumlah penduduk kota ini bukanlah yang terbesar, kota metropolis yang terletak di bagian utara China ini mempunyai jumlah penduduk sebesar 11.106.000.
3.        Guangzhou
Kota yang juga disebut dengan sebutan Kwangchow ini adalah kota terbesar ketiga di China, jumlah penduduk di kota industri ini mencapai 9.447.000 jiwa.
4.        Shenzhen
Kota tersibuk kedua di China ini adalah kota besar. terletak di bagian utara hong kong. jumlah penduduk kota Shenzhen mencapai 8.114.000 jiwa.
5.        Tianjin
Tianjin adalah satu dari empat kota berlevel provinsi yang ada di China. Kota yang terletak di provinsi Hubei ini mempunyai penduduk sebesar 7.468.000 jiwa.
6.        Wuhan
wuhan adalah ibukota provinsi Hubei yang berlokasi di wilayah timur daratan China.kota yang diapit sungai Han dan Yangtse ini mempunyai jumlah penduduk sebesar 7.542.000.
7.        Hong Kong
Kota yang identik dengan dunia perfilman ini adalah kota yang dulu sempat menjadi negara sendiri. Hongkong kembali menjadi kota di China pada tahun 1997. Hongkong yang kini menjadi pusat industri finansial utama di China mempunyai jumlah penduduk sebesar 7.0000.000 jiwa.
8.        Chongqing
Kota yang sempat menjadi ibukota China pada tahun 1938 hingga tahun 1946 ini adalah salah satu kota metropolitan utama di China. jumlah penduduk kota Chongqing mencapai 6.690.000 jiwa.
9.        Shenyang
Shenyang adalah ibukota dari Provinsi Liaoning. Kota yang juga sering disebut dengan sebutan Mukden ini adalah pusat industri di wilayah utara timur laut China. Jumlah penduduk kota shenyang sebesar 4.952.000 jiwa.
10.    Dongguan\
Dongguan adalah kota industri yang terkenal dengan berbagai produk pabriknya.Kota yang juga terkenal dengan sebutan Tung-Kuan ini mempunyai penduduk sebesar 4.850.000jiwa.
Jumlah penduduk di China dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan yang cukup seignifikan. Bahkan di China sejak lama melakukan kebijakan tentang pertumbuhan penduduk ini dengan melakukan pembatasan kelahiran yaitu mewajibkan seluruh warganya agar hanya memiliki satu anak saja. Kebijakan ini dinamakan dengan Hanzi.
Kebijakan keluarga berencan yang dilaksanakan oleh negara China dari tahun 1978 sebagai kebijakan keluarga berencana. 76% penduduk mendukung kebijakan ini. Sekitar 250 dan 300 juta kelahiran dicegah dari 1978 hingga tahun 2000 dan 400 juta kelahiran dari 1979 hingga 2010. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Presiden China Deng Xiaoping pada tahun 1979 untuk mengurangi populasi penduduk China. Meski kebijakan satu anak per keluarga dijalankan dengan keras di wilayah perkotaan, namun penerapannya berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain. Di wilayah pedesaan, satu keluarga diperbolehkan memiliki anak kedua bila anak pertamanya berjenis kelamin perempuan, cacat fisik, atau pun cacat mental. Namun demikian, ada pembatasan jarak umur antara pertama dan anak kedua (biasanya 3 atau 4 tahun). Bila lebih dari jumlah anak yang diperbolehkan, keluarga tersebut akan dikenakan denda dan mungkin kehilangan bonus dari tempatnya bekerja. Setelah kebijakan satu anak diberlakukan, rata-rata kelahiran di Cina turun dari 2,63 kelahiran per wanita pada tahun 1980 (sudah terjadi penurunan tajam lebih dari lima kelahiran per wanita pada awal tahun 1970) menjadi 1,61 pada tahun 2009. Namun, kebijakan itu sendiri kemungkinan berpengaruh pada keseluruhan rata-rata kelahiran.
Akan tetapi sebenarnya, jumlah penduduk di China yang terbanyak adalah di wilayah perkotaan. Di pedesaan atau di wilayah yang belum terlalu banyak terjangkau oleh sistem pembangunan, maka jumlah penduduknya masih bisa dikendalikan atau bahkan cukup sedikit. Ketimpangan penduduk di negara China lebih banyak disebabkan oleh konflik yang berkepanjangan yang terjadi di wilayah China bagian barat yaitu antara kaum Muslim Uighur di kota Urumqi, ibukota Xinjian. Disana jumlah penduduknya tidak lebih dari 4 juta jiwa. Peristiwa bentrokan-bentrokan yang seringkali terjadi anta kaum Muslim Uighur dengan rakyat China dari etnis lainnya lebih sering terlihat. Penindasan-penindasan yang terjadi di kawasan itu menjadikan kawasan itu tidak terlalu banyak yang mendiaminya.
Namun saat ini seiring dengan upaya perdamaian di wilayah itu, pemerintah China melakukan kebijakan dengan cara program migrasi besar-besaran ke wilayah Urumqi tersebut. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memeratakn penduduk di negara China.

PETA NEGARA CHINA





Nama  : Robi AD Prasetyo
Kelas   : 3D
NPM   : 112170165