Tema :
Faktor yang Menyebabkan Ketimpangan Penduduk.
Studi Kasus : Ketimpangan Penduduk di Wilayah Negara China
Manusia adalah
makhluk yang dinamis yang selalu melakukan pergerakan dari satu tempat ke
tempat lain dengan tujuan untuk mendapatkan kebutuhan serta keinginan yang
dikehendakinya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga
dapat dikatakan untuk mempertahankan hidupnya. Manusia cenderng selalu
bepergian ke tempat-tempat yang mereka anggap mempunyai potensi sumber daya
yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya, persebaran manusia didasari juga oleh kenyamanan tempat
tinggal. Rasa nyaman serta aman dapat menjadi faktor penting ketika manusia
pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu banyak manusia
menganggap rasa aman dan nyaman menjadi faktor utama dalam mendiami suatu
tempat. Mereka bisa saja bepergian ke tempat yang sama dan dianggap sesuai
untuk ditinggali dengan waktu yang bersamaan atau berdekatan sehingga mengakibatkan
penumpukan manusia atau over population
di tempat tersebut. Peristiwa ini tentu saja akan ada dampak negatifnya,
contohnya adalah ketika populasi di suatu tempat mengalami kelebihan jumlah
penduduk maka akan menyebabkan beban kebutuhan hidup di tempat tersebut akan
besar dan berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial ekonomi yang akan
berdampak buruk pada keadaan di suatu wilayah. Tingkat pengangguran akan
meningkat saat lapangan pekerjaan sangat terbatas karena tidak sebandingnya
orang yang mencari pekerjaan dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Selain
itu, potensi kriminalitas juga akan mungkin terjadi saat tidak ada lagi pilihan
dan tingkat frustasi yang tinggi dialami oleh masyarakat. Hal ini tentu saja
akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan suatu wilayah itu.
Di dalam proses
persebaran penduduk ada yang disebut dengan ketimpangan penduduk. Ketimpangan
penduduk adalah suatau keadaan di suatu wilayah yang memiliki jumlah penduduk
yang terlalu banyak sedangkan di tempat lainnya jumlah populasi penduduknya
sedikit. Ketimpangan penduduk ini bisa terjadi dikarenakan banyak hal daiantaranya
adalah :
1. Potensi Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (SDA)
adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk
pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak
hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga
komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan
tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta
revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam
sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu
abad belakangan ini. Persebaran Sumber Daya Alam di dunia tidak merata,
wilayah-wilayah seperti di benua Asia merupakan wilayah yang memiliki suber
daya alam yang sangat melimpah. Negara-negara seperti Indonesia, China, India,
dan wilayah TImur Tengah sangat melimpah dari hal kekayaan alam. Terkhusus di
wilayah Timur Tengah, seperti negara Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi
memiliki cadangan gas alam terbanyak di dunia sehingga menjadikan negara-negara
itu sangat sejahtera. Selain di wilayah Asia, sumber daya alam juga melimpah di
kawasan Amerika Latin dan Afrika. Negara Brazil, Kongo, dan Maroko adalah
contoh negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah. Dengan
faktor dan keadaan seperti itu, maka negara-negara tersebut memiliki potensi
untuk sejahtera walaupun beberapa negara diantaranya juga belum dapat maksimal
untuk memanfaatkannya. Faktor-faktor kekayaan alam diatas juga dapat menjadi
suatu indikasi bahwa jumlah penduduk di wilayah tersebut menjadi sangat banyak
dikarenakan keadaan alam yang secara langsung atau tidak akan mempengaruhi
popoulasi di suatu tempat. Sebagai bukti bahwa negara-negara seperti China,
Indonesia dan Brazil adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar dan masuk
kedalam 10 besar dunia. Bahkan China adalah negara dengan jumlah penduduk
terbesar di dunia.
2. Kondisi Ekonomi
Hal lain yang dapat
mempengaruhi ketimpangan dalam hal populasi penduduk adalah kondisi ekonomi
yang tidak merata di semua tempat. Ketidakmerataan ini disebabkan pemerintah
dalam hal ini terlalu memfokuskan pembangunan wilayah hanya pada satu tempat
sehingga prospek pembangunan di tempat lain mengalami kemunduran dan akan
menjadi buruk bagi perkembangan suatu negara. Hal ini akan menyebabkan eksodus
besar-besaran dari satu wilayah yang kurang dalam hal pembangunan ekonomi ke
tempat yang memiliki pembangunan ekonomi yang lebih tinggi. Salah satu alasan
mereka berpindah adalah lebih ke kebutuhan ekonomi. Lapangan pekerjaan yang
lebih banyak berada di wilayah yang dituju menjadi tujuan utama. Mereka
berharapa akan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak sehingga dapat
meningkatkan taraf hidup mereka. Mereka biasanya yang datang di wilayah
pedesaan akan pergi ke kota masih banyak yang belum memiliki kompetensi dan
kulaitas yang tinggi sehingga hanya akan mengakibatkan semakin tingginya
permaslahan di perkotaan seperti pengangguran dan kemiskinan yang meningkat. Di
sisi lain, jumlah penduduk di pedesaan akan semakin berkurang dikarenakan
migrasi penduduk ke wilayah kota tersebut. Kalaupun masih ada kualitas penduduk
dalam hal kompetensi dan kinerja masih rendah. Selain itu juga, jumlah penduduk
yang masih dikategorikan usia produktif semakin menipis karena kegiatan
tersebut. Hal inilah yang menyebabkab ketimpangan persebaran penduduk di
wilayah perkotaan dan pedesaan di suatu negara.
3. Keadaan Alam
Keadaan alam adalah
suatu kondisi alam yang meliputi pada letak astronomis, geogrofis,
geomorfologi, topgrafi dan hal lain yang dapat mempengaruhinya. Keadaan alam di
suatu tempat atau wilayah dengan wilayah lain berbeda keadaanya dikarenakan
perbedaan proses alamnnya itu sendiri. Keadaan alam dapat mempengaruhui
persebaran penduduk. Hal ini dididasari dengan keinginan manusia untuk
melakukan kegiatan dengan cara yang mereka inginkan. Kondisi alam yang relatif
sejuk dan rindang akan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali dan keadaan
ini biasanya ada di wilayah pedesaan. Sebaliknya keadaan yang gersang dan panas
berada di wilayah perkotaan yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi. Seperti
yang telah disebtkan sebelumnya, setiap orang memiliki keinginan tersendiri
dalam melakukan kegiatannya. Ada manusia yang ingin hidup nyaman dengan tinggal
di wilayah pedesaan dengan resiko kehidupan yang lebih sederhana. Sedangkan
tidak sedikit pula orang yang sengaja pergi ke wilayah perkotaan untuk alasan
yang lebih kepada kebtuhan ekonomi.
Ketimpangan penduduk terjadi saat orang-orang di pedesaan lebih memilih pindah
ke kota untuk meningkatkan taraf hidupnya dan menyebabkan kekurangan penduduk di
wilayah pedesaan.
4. Kondisi Keamanan
Kondisi keamanan
merupakan hal lain yang dapat menjadi alasan ketimpangan populasi penduduk. Hal
ini bisa diakibatkan karena kebutuhan dasar manusia yaitu ingin memiliki rasa
aman ketika tinggal di suatu tempat. Keadaan ini biasanya terjadi di
wilayah-wilayah perang atau konflik. Masyarakat di wilayah peperangan akan
mencari tempat yang lebih aman untuk ditinggali saat mereka menanggap bahwa
peperangan atau konflik tersebut tidak akan berhenti pada waktu dekat. Mereka
akan melakukan perpindahan tempat tinggal yang bisa saja dilakukakan dengan
jumlah yang cukup besar sehingga di wilayah konflik itu akan mengalami
kekurangan atau bahkan kekosongan penduduk.
5. Tingkat kelahiran dan kematian yang tidak
merata
Kelahiran dan kematian
adalah faktor yang akan mempengaruhi suatu wilayah tentang populasi atau jumlah
penduduk. Tingkat kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan pertumbuhan penduduk
yang sangat tinggi. Pertumbuhan penduduk ini akan terus meningkat apabila
tidak ada penanggulangan pencegahan
pertumbuhan penduduk yang tepat. Di negara Indonesia ada satu program
pemerintah yang dahulu pernah diterapkan untuk mencegah ledakan pertumbuhan
penduduk. Program tersebut dinamakan dengan Keluarga Berencana atau KB. Keluarga
berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera
dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga
dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi
atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.
Program ini pertama kali dilakukan pada tahunn 1970, saat dimana Indonesia
dalam keadaan transisi setelah kemerdekaan. Dikarenakan setelah kemerdekaan,
populasi penduduk Indonesia sangat meningkat pesat dan oleh karena itu
dibentuklah program KB. Tingkat kelahiran di satu dareah dengan daerah lain
akan berbeda karena disebabkan oleh berbagai faktor dan inilah salah satunya
yang menyebabkan ketimpangan penduduk. Selain dari tingkat kelahiran yang tinggi,
ketimpangan penduduk juga dapat diakibatkan oleh tingkat kematian yang juga
tinggi. Tingkat kematian yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor
seperti adanya wabah penyakit yang mematikan, peperangan, dan masalah-masalah
sosial lainnya. sama halnya dengan tingkat kelahiran, tingkat kematian juga
berbeda di setiap tempatnya sehingga perbedaan jumlah populasi akan terjadi.
6. Luas Wilayah
Luas wilayah dapat
mempengaruhi ketimpangan populasi jumlah penduduk. Saat luas wilayah di suatu
tempat mislanya sebuah negara sangat luas maka hal tersebut juga akan
berpotensi pada jumlah penduduknya yang akan banyak pula. Kejadian ini benar
terjadi di negara-negara yang memiliki luas wilayah yang terhitung sangat luas.
Contohnya adalah negara China yang memiliki luas 9.706.961 km² dengan jumlah
penduduk lebih dari 1 Milyar jiwa dan menempati posisi pertama dalam hal jumlah
penduduk terbanyak di dunia. Contoh lainnya adalah negara Indonesia yang
menempati urutan keempat dalam hal jumlah penduduk memiliki luas wilayah 1.919.440
km². Juga ada negara Brazil di urutan kelima dunia dalam hal jumlah penduduk
dengan total luas 8.515.767 km². Hal ini dapat membuktikan bahwa ada korelasi atau
hubungan antara jumlah penduduk dengan luas wilayah. Di sisi lain hal berbeda terjadi, di negara yang memiliki luas wilayah
yang sempit atau tidak terlalu luas, disana tidak mempunyai jumlah penduduk
yang cukup banyak dikarenakan keterbatasan wilayah. Negara-negara seperti
Monako, Singapura, Kep. Faroe, dan Brunei Darussalam adalah contoh-contoh
negara yang tidak memiliki banyak jumlah penduduk secara kuantitas. Keadaan
inilah yang menyebabkan ketimpangan penduduk terjadi, saat di suatu negara
dengan wilayah yang cukup luas akan memiliki jumlah penduduk yang banyak pula,
dan sebaliknya di negara yang wilayahnya terbatas tidak mempunyai jumlah
penduduk yang banyak. Akan tetapi dari semua itu, jika membandingkan kualitas
kesejahteraan antara negara dengan wilayah yang luas dengan negara yang
wilayahnya sempit, maka negara dengan wilayah yang sempit akan lebih sejahtera
dikarenakan beban tanggungan negara tidak akan terlalu tinggi.
Hampir
negara-negara di seluruh dunia memiliki permasalahan mengenai ketimpangan, baik
itu ketimpangan sosial, penduduk, pembangunan, dan ekonomi. Hal ini terjadi
biasanya disebabkan oleh kesalahan kebijakan yang dilakukan oleh beberapa
negara dalam menata wilayah di negaranaya. Peristiwa ketimpangan penduduk
umumnya banyak terjadi di negara-yang dikatakan masih berkembang. Sistem tata
kelola yang salah dalam sistem pemerataan adalah salah satu yang
melatarbelakanginya. Di negara berkembang, mereka lebih dominan meningkatkan
dan mengembangkan pembangunan di wilayah perkotaan. Sedangkan di wilayah
pedesaan mereka dapat dikatakan tidak terlalu memperhatikan dalam hal
pembangunan wilayah. Pembangunan wilayah tidak hanya dalam hal ekonomi, akan
tetapi juga dapat dilakukan dari aspek lainnya.
Akan
tetapi, memang harus diakui bahwa aspek ekonomilah yang paling banyak mendasari
masyarakat pedesaan untuk melakukan migrasi atau perpindahan penduduk dari desa
ke kota. Mereka melakukan hal itu untuk meningkatkan taraf hidupnya. Sebagai
contoh, di Indonesia pusat pemerintahan dan perekonomian terletak di Pulau Jawa
sehingga masyarakat di pulau-pulau lainnya akan melakukan perpindahan penduduk
ke pulau jawa agar dapat mendapatkan lapangan pekerjaan yang lebih layak.
Padahal jika dibandingkan dengan pulau-pulau besar lain di Indonesia Pulau Jawa
adalah yang terkecil akan tetapi dari jumlah penduduk adalah yang terbanyak.
Kejadian
yang serupa juga terjadi di negara yang berkembang namun dalam tahap yang lebih
maju yaitu negara China atau Tiongkok. China adalah negara dengan jumlah
penduduk terbesar di dunia. Jumlah penduduk negara itu sampai tahun 2012
mencapai angka lebih dari 1 Milyar jiwa. Dengan luas wilayah sekitar 9.706.961
km² maka bisa dikatakan wajar jika jumlah penduduk China sebesar itu. Wilayah-wilayah
di China yang memiliki jumlah penduduk terbanyak berada di wilayah perkotaan
yang berorientasi pada kegiatan industri, berikut diantaranya:
1.
Shanghai
Shanghai adalah kota
terbesar di China dan juga kota metropoiltan paling besar di China. Berlokasi di
dekat Delta sungai Yangtse, jumlah penduduk kota Shanghai termasuk dengan para
imigran yang datang mencapai 15.789.000 jiwa
2.
Beijing
Walaupun berstatus
ibukota negara Republik rakyat china, namun jumlah penduduk kota ini bukanlah
yang terbesar, kota metropolis yang terletak di bagian utara China ini
mempunyai jumlah penduduk sebesar 11.106.000.
3.
Guangzhou
Kota yang juga disebut
dengan sebutan Kwangchow ini adalah kota terbesar ketiga di China, jumlah
penduduk di kota industri ini mencapai 9.447.000 jiwa.
4.
Shenzhen
Kota tersibuk kedua di
China ini adalah kota besar. terletak di bagian utara hong kong. jumlah
penduduk kota Shenzhen mencapai 8.114.000 jiwa.
5.
Tianjin
Tianjin adalah satu
dari empat kota berlevel provinsi yang ada di China. Kota yang terletak di
provinsi Hubei ini mempunyai penduduk sebesar 7.468.000 jiwa.
6.
Wuhan
wuhan adalah ibukota
provinsi Hubei yang berlokasi di wilayah timur daratan China.kota yang diapit
sungai Han dan Yangtse ini mempunyai jumlah penduduk sebesar 7.542.000.
7.
Hong Kong
Kota yang identik
dengan dunia perfilman ini adalah kota yang dulu sempat menjadi negara sendiri.
Hongkong kembali menjadi kota di China pada tahun 1997. Hongkong yang kini
menjadi pusat industri finansial utama di China mempunyai jumlah penduduk
sebesar 7.0000.000 jiwa.
8.
Chongqing
Kota yang sempat
menjadi ibukota China pada tahun 1938 hingga tahun 1946 ini adalah salah satu
kota metropolitan utama di China. jumlah penduduk kota Chongqing mencapai
6.690.000 jiwa.
9.
Shenyang
Shenyang adalah ibukota
dari Provinsi Liaoning. Kota yang juga sering disebut dengan sebutan Mukden ini
adalah pusat industri di wilayah utara timur laut China. Jumlah penduduk kota
shenyang sebesar 4.952.000 jiwa.
10. Dongguan\
Dongguan adalah kota
industri yang terkenal dengan berbagai produk pabriknya.Kota yang juga terkenal
dengan sebutan Tung-Kuan ini mempunyai penduduk sebesar 4.850.000jiwa.
Jumlah penduduk
di China dari tahun ke tahun selalu mengalami kenaikan yang cukup seignifikan.
Bahkan di China sejak lama melakukan kebijakan tentang pertumbuhan penduduk ini
dengan melakukan pembatasan kelahiran yaitu mewajibkan seluruh warganya agar
hanya memiliki satu anak saja. Kebijakan ini dinamakan dengan Hanzi.
Kebijakan
keluarga berencan yang dilaksanakan oleh negara China dari tahun 1978 sebagai kebijakan
keluarga berencana. 76% penduduk mendukung kebijakan ini. Sekitar 250 dan 300
juta kelahiran dicegah dari 1978 hingga tahun 2000 dan 400 juta kelahiran dari
1979 hingga 2010. Kebijakan ini dikeluarkan oleh Presiden China Deng Xiaoping
pada tahun 1979 untuk mengurangi populasi penduduk China. Meski kebijakan satu
anak per keluarga dijalankan dengan keras di wilayah perkotaan, namun
penerapannya berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain. Di wilayah pedesaan, satu
keluarga diperbolehkan memiliki anak kedua bila anak pertamanya berjenis kelamin
perempuan, cacat fisik, atau pun cacat mental. Namun demikian, ada pembatasan
jarak umur antara pertama dan anak kedua (biasanya 3 atau 4 tahun). Bila lebih
dari jumlah anak yang diperbolehkan, keluarga tersebut akan dikenakan denda dan
mungkin kehilangan bonus dari tempatnya bekerja. Setelah kebijakan satu anak
diberlakukan, rata-rata kelahiran di Cina turun dari 2,63 kelahiran per wanita
pada tahun 1980 (sudah terjadi penurunan tajam lebih dari lima kelahiran per
wanita pada awal tahun 1970) menjadi 1,61 pada tahun 2009. Namun, kebijakan itu
sendiri kemungkinan berpengaruh pada keseluruhan rata-rata kelahiran.
Akan tetapi
sebenarnya, jumlah penduduk di China yang terbanyak adalah di wilayah
perkotaan. Di pedesaan atau di wilayah yang belum terlalu banyak terjangkau
oleh sistem pembangunan, maka jumlah penduduknya masih bisa dikendalikan atau
bahkan cukup sedikit. Ketimpangan penduduk di negara China lebih banyak
disebabkan oleh konflik yang berkepanjangan yang terjadi di wilayah China
bagian barat yaitu antara kaum Muslim Uighur di kota Urumqi, ibukota Xinjian.
Disana jumlah penduduknya tidak lebih dari 4 juta jiwa. Peristiwa
bentrokan-bentrokan yang seringkali terjadi anta kaum Muslim Uighur dengan
rakyat China dari etnis lainnya lebih sering terlihat. Penindasan-penindasan
yang terjadi di kawasan itu menjadikan kawasan itu tidak terlalu banyak yang
mendiaminya.
Namun saat ini seiring
dengan upaya perdamaian di wilayah itu, pemerintah China melakukan kebijakan
dengan cara program migrasi besar-besaran ke wilayah Urumqi tersebut. Hal ini
dilakukan bertujuan untuk memeratakn penduduk di negara China.
PETA
NEGARA CHINA
Nama :
Robi AD Prasetyo
Kelas :
3D
NPM :
112170165


